PERINTAH MYSQL

Senin, 23 Februari 2015
Posted by Unknown
PERINTAH PERINTAH MY SQL
Membuat, Menampilkan, Membuka dan Menghapus Database
Membuat Database 
Sintaks umum SQL untuk membuat suatu database adalah sebagai berikut : 
CREATE DATABASE [IF NOT EXISTS] nama_database; 
Bentuk perintah di atas akan membuat sebuah database baru dengan nama nama_database. Aturan penamaan sebuah database sama seperti aturan penamaan sebuah variabel, dimana secara umum nama database boleh terdiri dari huruf, angka dan under-score (_). Jika database yang akan dibuat sudah ada, maka akan muncul pesan error. Namun jika ingin otomatis menghapus database yang lama jika sudah ada, aktifkan option IF NOT EXISTS.
Berikut ini contoh perintah untuk membuat database baru dengan nama “penjualan” : 
CREATE DATABASE penjualan; 
Jika query di atas berhasil dieksekusi dan database berhasil dibuat, maka akan ditampilkan pesan kurang lebih sebagai berikut : 
Query OK, 1 row affected (0.02 sec)







Menampilkan Database 
Untuk melihat database yang baru saja dibuat atau yang sudah ada, dapat menggunakan perintah sebagai berikut : 
SHOW DATABASES; 
Hasil dari perintah di atas akan menampilkan semua database yang sudah ada di MySQL. Berikut ini contoh hasil dari query di atas :





Membuka Database 
Sebelum melakukan manipulasi tabel dan record yang berada di dalamnya, kita harus membuka atau mengaktifkan databasenya terlebih dahulu. Untuk membuka database “penjualan”, berikut ini querynya : 
USE penjualan; 
Jika perintah atau query di atas berhasil, maka akan ditampilkan pesan sebagai berikut : 
Database changed






Menghapus Database 
Untuk menghapus suatu database, sintaks umumnya adalah sbb : 
DROP DATABASE [IF EXISTS] nama_database; 
Bentuk perintah di atas akan menghapus database dengan nama nama_database. Jika databasenya ada maka database dan juga seluruh tabel di dalamnya akan dihapus. Jadi berhati-hatilah dengan perintah ini! Jika nama database yang akan dihapus tidak ditemukan, maka akan ditampilkan pesan error. Aktifkan option IF EXISTS untuk memastikan bahwa suatu database benar-benar ada.
Berikut ini contoh perintah untuk menghapus database dengan nama “penjualan” : 
DROP DATABASE penjualan;









Membuat, Mengubah dan Menghapus Tabel
Membuat Tabel Baru 
Bentuk umum SQL untuk membuat suatu table secara sederhana sebagai berikut : 
CREATE TABLE nama_tabel (
field1 tipe(panjang),
field2 tipe(panjang),
...
fieldn tipe(panjang),
PRIMARY KEY (field_key)
);      
Bentuk umum di atas merupakan bentuk umum pembuatan tabel yang sudah disederhanakan. Penamaan tabel dan field memiliki aturan yang sama dengan penamaan database. 
Sebagai contoh, kita akan membuat tabel baru dengan struktur sebagai berikut : 
Nama tabel : pelanggan

Untuk membuat tabel tersebut di atas, query atau perintah SQL-nya adalah sebagai berikut : 
CREATE TABLE pelanggan ( 
id_pelanggan varchar(5) NOT NULL
nm_pelanggan varchar(30) NOT NULL
alamat text, 
telepon varchar (20), 
email varchar (50), 
PRIMARY KEY(id_pelanggan) 
); 
         
Jika query untuk membuat tabel di atas berhasil dijalankan, maka akan ditampilkan pesan sebagai berikut : 
Query OK, 0 rows affected (0.16 sec) 
Pada perintah di atas, beberapa hal yang perlu diperhatikan :
ƒ CREATE TABLE merupakan perintah dasar dari pembuatan table.
ƒ pelanggan merupakan nama tabel yang akan dibuat.
ƒ id_pelanggan, nm_pelanggan, alamat, telepon dan email merupakan
    nama field.
ƒ varchar dan text merupakan tipe data dari field
ƒ NOT NULL merupakan option untuk menyatakan bahwa suatu field
    tidak boleh kosong.
ƒ PRIMARY KEY merupakan perintah untuk menentukan field mana
    yang akan dijadikan primary key pada tabel.
ƒ 5, 10, 30 dan 50 di belakang tipe data merupakan panjang maksimal
    dari suatu field.
ƒ Untuk tipe data date dan text (juga date dan blob) panjang karakter
    maksimalnya tidak perlu ditentukan.
ƒ Jangan lupa akhiri perintah dengan titik-koma (;)
Selanjutnya untuk melihat tabel mhs sudah benar-benar sudah ada atau belum, ketikkan perintah berikut ini : 
SHOW TABLES; 
Perintah di atas akan menampilkan seluruh tabel yang sudah ada dalam suatu database.
Contoh hasil dari perintah di atas adalah sebagai berikut :
 
Untuk melihat struktur tabel “mhs” secara lebih detail, cobalah perintah atau query sebagai berikut : 
DESC pelanggan;
DESC merupakan singkatan dari DESCRIBE (dalam query bisa ditulis lengkap atau hanya 4 karakter pertama) dan pelanggan adalah nama tabel yang akan dilihat strukturnya. Dari perintah di atas, akan ditampilkan struktur tabel pelanggan sebagai berikut :

Dari struktur tabel mhs yang ditampilkan di atas, dapat diketahui bahwa:
ƒ Terdapat 5 (lima) field dengan tipe masing-masing.
ƒ Primary Key dari tabel pelanggan adalah id_pelanggan. Lihat kolom
    Key pada field id_pelanggan.
ƒ Untuk field id_pelanggan dan nm_pelanggan defaultnya tidak boleh
    kosong. Lihatlah kolom Null dan Default pada field id_pelanggan dan
    nm_pelanggan.
ƒ Untuk field alamat, telepon dan email default-nya boleh kosong.
    Lihatlah kolom Null dan Default pada field alamat dan telepon. 
Mengubah Struktur Table dengan ALTER 
Untuk mengubah struktur suatu tabel, bentuk umum perintah SQL-nya sebagai berikut :
ALTER TABLE nama_tabel alter_options; 
dimana :
ƒ ALTER TABLE merupakan perintah dasar untuk mengubah tabel.
ƒ nama_tabel merupakan nama tabel yang akan diubah strukturnya.
ƒ alter_options merupakan pilihan perubahan tabel. Option yang bias
    digunakan, beberapa di antaranya sebagai berikut :
» ADD definisi_field_baru
   Option ini digunakan untuk menambahkan field baru dengan
   “definisi_field_baru” (nama field, tipe dan option lain).
» ADD INDEX nama_index
   Option ini digunakan untuk menambahkan index dengan nama
   “nama_index” pada tabel.
» ADD PRIMARY KEY (field_kunci)
   Option untuk menambahkan primary key pada tabel
» CHANGE field_yang_diubah definisi_field_baru
   Option untuk mengubah field_yang_diubah menjadi
   definisi_field_baru
» MODIFY definisi_field
   Option untuk mengubah suatu field menjadi definisi_field
» DROP nama_field Option untuk menghapus field nama_field
» RENAME TO nama_tabel_baru Option untuk mengganti nama table

Beberapa contoh variasi perintah ALTER untuk mengubah struktur suatu tabel antara lain :   
1. Menambahkan field “tgllahir” ke tabel pelanggan 
ALTER TABLE pelanggan ADD tgllahir date NOT NULL
2. Menambahkan primary key pada suatu tabel 
ALTER TABLE pelanggan ADD PRIMARY KEY(id_pelanggan); 
3. Mengubah tipe field tgllahir menjadi varchar dalam tabel pelanggan
ALTER TABLE pelanggan MODIFY tgllahir varchar(8) NOT  NULL
4. Menghapus field tgllahir dari tabel pelanggan 
ALTER TABLE pelanggan DROP tgllahir;
Mengubah Nama Tabel 
Untuk mengubah nama suatu tabel, dapat menggunakan perintah SQL sbb : 
RENAME TABLE pelanggan TO plg;
ALTER TABLE plg RENAME TO pelanggan; 
Perintah di atas akan mengubah tabel pelanggan menjadi plg dan sebaliknya. 
Menghapus Tabel 
Untuk menghapus sebuah tabel, bentuk umum dari perintah SQL adalah sebagai berikut : 
DROP TABLE nama_tabel; 
Contohnya kita akan menghapus tabel dengan nama “pelanggan” maka perintah SQL-nya adalah : 
DROP TABLE pelanggan;
Menambah Record dengan INSERT
Bentuk umum perintah SQL untuk menambahkan record atau data ke dalam suatu tabel adalah sebagai berikut : 
INSERT INTO nama_tabel VALUES (‘nilai1’,’nilai2’,...); 
atau dapat dengan bentuk sebagai berikut : 
INSERT INTO nama_tabel(field1,field2,...) VALUES (‘nilai1’,’nilai2’,...); 
atau dapat juga dengan bentuk sebagai berikut : 
INSERT INTO nama_tabel  SET field1=’nilai1’, field2=’nilai2’,...; 
Sebagai contoh, kita akan menambahkan sebuah record ke dalam tabel pelanggan yang telah kita buat sebelumnya. Berikut ini perintah SQL untuk menambahkan sebuah record ke dalam tabel pelanggan : 
INSERT INTO pelanggan VALUES ('P0001', 'Achmad Solichin','Jakarta Selatan', '0217327762', 'achmatim@gmail.com'); 

Jika perintah SQL di atas berhasil dieksekusi maka akan ditampilkan pesan sebagai berikut :
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
Setelah perintah SQL di atas berhasil dieksekusi, maka record atau data dalam tabel pelanggan akan bertambah. Jalankan perintah berikut ini untuk melihat isi tabel pelanggan ! 
SELECT * FROM pelanggan;
Dan berikut ini hasil dari perintah SQL di atas :







Mengedit Record dengan UPDATE
Proses update bisa sewaktu-waktu dilakukan jika terdapat data atau record dalam suatu tabel yang perlu diperbaiki. Proses update ini tidak menambahkan data (record) baru, tetapi memperbaiki data yang lama. Perubahan yang terjadi dalam proses update bersifat permanen, artinya setelah perintah dijalankan tidak dapat di-cancel (undo). 
Bentuk umum perintah SQL untuk mengedit suatu record atau data dari suatu tabel adalah sebagai berikut : 
UPDATE nama_tabel SET field1=’nilaibaru’ [WHERE kondisi]; 
Pada perintah untuk update di atas :
ƒ UPDATE merupakan perintah dasar untuk mengubah record tabel.
ƒ nama_tabel merupakan nama tabel yang akan diubah recordnya.
ƒ Perintah SET diikuti dengan field-field yang akan diubah yang mana
    diikuti juga dengan perubahan isi dari masing-masing field. Untuk
    mengubah nilai dari beberapa field sekaligus, gunakan koma (,) untuk
    memisahkan masingmasing field.
ƒ Perintah WHERE diikuti oleh kondisi tertentu yang menentukan
    record mana yang akan diedit (diubah). Perintah WHERE ini boleh
    ada boleh juga tidak. Jika WHERE tidak ditambahkan pada perintah
    update maka semua record dalam tabel bersangkutan akan berubah.
Perhatikan beberapa contoh perintah UPDATE tabel pelanggan berikut ini ! 
1. Mengubah alamat menjadi “Tangerang” untuk pelanggan yang
    mempunyai id ‘P0001’ 
UPDATE pelanggan SET alamat='Tangerang' WHERE id_pelanggan='P0001'; 
   Dan jika query di atas berhasil dieksekusi maka akan ditampilkan hasil
   sebagai berikut : 
Query OK, 1 row affected (0.27 sec) Rows matched: 1  Changed: 1  Warnings: 0  
2. Mengubah email menjadi “budi@luhur.com” dan alamat menjadi
    “Bandung” untuk pelanggan yang mempunyai id_pelanggan ‘P0002’ 
UPDATE pelanggan SET email='budi@luhur.com', alamat='Bandung' WHERE id_pelanggan='P0002';  
Menghapus Record dengan DELETE
Proses delete dilakukan jika terdapat data atau record dalam suatu tabel yang perlu dihapus atau dihilangkan. Perubahan yang terjadi dalam proses delete bersifat permanen, artinya setelah perintah dijalankan tidak dapat di-cancel (undo). Jadi berhati-hatilah dengan perintah delete !
Bentuk umum perintah SQL untuk menghapus suatu record atau data dari tabel adalah sebagai berikut : 
DELETE FROM nama_tabel [WHERE kondisi];
Pada perintah untuk delete di atas :
ƒ DELETE FROM merupakan perintah dasar untuk menghapus suatu
    record dari tabel.
ƒ nama_tabel merupakan nama tabel yang akan dihapus recordnya.
ƒ Perintah WHERE diikuti oleh kondisi tertentu yang menentukan
    record mana yang akan dihapus (didelete). Perintah WHERE ini boleh
    ada boleh juga tidak. Namun demikian, jika WHERE tidak
    ditambahkan pada perintah delete maka semua record dalam table
    bersangkutan akan terhapus. Jadi jangan lupa menambahkan WHERE
    jika kita tidak bermaksud mengosongkan table
.


Perhatikan beberapa contoh perintah DELETE dari tabel pelanggan berikut ini ! 
1. Menghapus data pelanggan yang mempunyai id_pelanggan P0005
    DELETE FROM pelanggan WHERE id_pelanggan='P0005'; 
    Dan jika query di atas berhasil dieksekusi dan record yang akan
    dihapus ada, maka akan ditampilkan hasil sebagai berikut : 
    Query OK, 1 row affected (0.11 sec) 
2. Menghapus semua pelanggan yang beralamat di “Bandung”
    DELETE FROM pelanggan WHERE alamat='Bandung';
Menampilkan Record dengan SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan sesuatu. Sesuatu di sini bisa berupa sejumlah data dari tabel dan bisa juga berupa suatu ekspresi. Dengan SELECT kita bisa mengatur tampilan atau keluaran sesuai tampilan yang diinginkan.
Bentuk dasar perintah SELECT data dari tabel adalah sebagai berikut : 
SELECT [field | *] FROM nama_tabel [WHERE kondisi];  
Perhatikan beberapa contoh perintah SELECT dari tabel pelanggan berikut ini ! 
1. Menampilkan seluruh data atau record (*) dari tabel pelanggan
SELECT * FROM pelanggan;




Dan jika query di atas berhasil dieksekusi maka akan ditampilkan hasil sebagai berikut : 

2. Menampilkan field id_pelanggan dan nm_pelanggan dari seluruh
    pelanggan dalam tabel pelanggan  
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan FROM pelanggan; 
Jika query di atas berhasil dieksekusi maka akan ditampilkan hasil sebagai berikut : 

3. Menampilkan id, nama dan alamat dari data pelanggan yang
    mempunyai id P0006  
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan, alamat FROM pelanggan WHERE id_pelanggan = 'P0006'; 
Hasil query di atas adalah sbb : 
4. Menampilkan id, nama dan email data semua pelanggan yang
    mempunyai email di yahoo  
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan, email FROM pelanggan WHERE email LIKE '%yahoo%'; 
Hasil query di atas adalah sbb : 





Berikut ini operator perbandingan yang dapat digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dalam MySQL :
ƒ Operator =, akan bernilai TRUE jika nilai yang dibandingkan sama.
ƒ Operator != atau <>, akan bernilai TRUE jika nilai yang
    dibandingkan TIDAK SAMA (berbeda).
ƒ Operator >, akan bernilai TRUE jika nilai yang pertama lebih besar
    dari nilai kedua.
ƒ Operator >=, akan bernilai TRUE jika nilai yang pertama lebih besar
    atau sama dengan nilai kedua.
ƒ Operator <, akan bernilai TRUE jika nilai yang pertama lebih kecil
    dari nilai kedua.
ƒ Operator <=, akan bernilai TRUE jika nilai yang pertama lebih kecil
    atau sama dengan nilai kedua. 
5. Menampilkan data semua pelanggan yang beralamat di Jakarta
    Selatan dan mempunyai email di gmail. 
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan, alamat, email  FROM pelanggan WHERE alamat = 'Jakarta Selatan' && email LIKE '%gmail.com'; 
Hasil query di atas adalah sbb : 



Berikut ini operator penghubung yang dapat digunakan untuk menghubungkan antara dua kondisi dalam MySQL :
ƒ Operator && atau AND, akan menghubungkan dua kondisi dimana
    akan bernilai TRUE jika kedua kondisi bernilai TRUE.
ƒ Operator || atau OR, akan menghubungkan dua kondisi dimana akan
    bernilai TRUE jika salah satu atau kedua kondisi bernilai TRUE.
ƒ Operator !, akan me-reverse nilai suatu kondisi logika.
6. Menampilkan semua data pelanggan secara urut berdasarkan nama
    pelanggan dengan perintah ORDER BY 
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan FROM pelanggan ORDER BY nm_pelanggan; 
Hasil query di atas adalah sbb :





7. Menampilkan semua data pelanggan secara urut berdasarkan nama
    pelanggan secara DESCENDING 
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan FROM pelanggan ORDER BY nm_pelanggan DESC
Hasil query di atas adalah sbb : 
 8. Menampilkan 3 record (data) pertama dari tabel pelanggan secara
     urut berdasarkan nama pelanggan dengan LIMIT  
SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan FROM pelanggan ORDER BY nm_pelanggan LIMIT 0,3; 
Hasil query di atas adalah sbb :
Keterangan
Pada query di atas bentuk LIMIT digunakan untuk membatasi hasil tampilan. LIMIT banyak digunakan untuk menampilkan data yang relatif banyak. Format fungsi LIMIT adalah sebagai berikut : 
LIMIT awal, jumlah_record
9. Menampilkan jumlah record yang ada di tabel pelanggan. 
SELECT COUNT(*)FROM pelanggan;
Hasil query di atas adalah sbb :


affiliates

linx sahabat

About

Pembaca

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Populer

Followers

Daftar Isi

Search

- Copyright © 2013 Akatsuki Sasori V.1- Powered by Johanes Djogan - Original by Nurilhuda - Design by V-C [ Vianz-Cyber4rt ] -